Info Sekolah
Jumat, 19 Jun 2026
  • Selamat Datang di SMA Negeri 9 Surabaya
  • Selamat Datang di SMA Negeri 9 Surabaya
17 Juni 2026

Semarak Hari Perpustakaan dan Hari Buku 2026, SMAN 9 Surabaya Tumbuhkan Semangat Literasi Siswa

Rab, 17 Juni 2026 Dibaca 14x Uncategorized

Surabaya – Perpustakaan SMAN 9 Surabaya menyelenggarakan kegiatan Semarak Hari Perpustakaan dan Hari Buku 2026 pada Rabu (17/6/2026) di Aula SMAN 9 Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa kelas X dan XI melalui lomba Book Talk Challenge dan Book Cover Challenge. Acara diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Perpustakaan dan Hari Buku Nasional sekaligus meningkatkan budaya literasi di lingkungan sekolah. Berbagai rangkaian kegiatan mulai dari motivasi literasi, perlombaan, hingga pemberian penghargaan berlangsung dengan meriah dan penuh antusiasme.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong siswa agar lebih gemar membaca serta meningkatkan kunjungan ke perpustakaan sekolah. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan berbicara di depan umum. Melalui lomba yang diselenggarakan, siswa diajak untuk tidak hanya membaca buku, tetapi juga memahami dan menyampaikan kembali isi bacaan dengan cara yang menarik. Literasi diharapkan dapat menjadi bagian dari budaya belajar yang melekat dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Koordinator Perpustakaan SMAN 9 Surabaya sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Nurani, S.Pd., menyampaikan bahwa peringatan Hari Perpustakaan dan Hari Buku Nasional menjadi momentum penting untuk meningkatkan budaya literasi di lingkungan sekolah. Menurutnya, kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai sarana edukatif yang dapat membangun kebiasaan membaca di kalangan peserta didik. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas melalui berbagai lomba berbasis literasi. Dengan adanya kegiatan ini, perpustakaan berharap dapat menjadi ruang belajar yang semakin dekat dengan siswa.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak siswa lebih dekat dengan perpustakaan dan membiasakan mereka membaca buku fisik. Saat ini sebagian besar siswa lebih sering memperoleh informasi melalui gawai, padahal membaca buku dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan terarah. Buku-buku yang tersedia di perpustakaan juga telah melalui proses seleksi sehingga aman dan sesuai untuk peserta didik. Harapannya, kegiatan ini dapat membuka wawasan siswa sekaligus menumbuhkan semangat literasi yang berkelanjutan,” ujar Nurani.

Dalam sambutannya, Kepala SMAN 9 Surabaya yang diwakili oleh Bapak Kukuh menegaskan bahwa kualitas bacaan yang dikonsumsi seseorang akan memengaruhi pola pikir dan perilakunya. Oleh karena itu, budaya membaca perlu terus ditanamkan sejak dini agar siswa memiliki kemampuan berpikir yang baik dan bijak dalam menyikapi berbagai informasi. Ia juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang mampu menggabungkan unsur kreativitas dan literasi dalam satu rangkaian acara. Menurutnya, kualitas bacaan yang dipahami seseorang akan menentukan kualitas cara berpikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah pembukaan, peserta mendapatkan sesi motivasi literasi yang disampaikan oleh Anindra Habibi Ayu Setiandar, Duta Bahasa Jawa Timur sekaligus mahasiswi Psikologi Universitas Airlangga. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya literasi bagi generasi muda, terutama di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat. Menurutnya, kemampuan membaca dan berbicara merupakan keterampilan yang harus dimiliki siswa sebagai bekal menghadapi dunia pendidikan maupun dunia kerja di masa depan. Ia juga mengajak peserta untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang menyenangkan.

Motivasi Literasi oleh Anindra Habibi Ayu Setiandar, Duta Bahasa Jawa Timur/ Dokumentasi Humas (17/06/2026)

“Literasi menjadi keterampilan yang sangat penting bagi generasi muda, terutama bagi siswa SMA yang nantinya akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun dunia kerja. Melalui membaca, seseorang dapat menjelajahi berbagai belahan dunia tanpa harus pergi ke tempat tersebut. Ketika seseorang gemar membaca, kemampuan berbahasa dan cara berpikirnya akan lebih tertata. Ilmu pengetahuan bukan sesuatu yang hanya diberikan, tetapi harus dijelajahi dan dicari secara aktif melalui berbagai sumber bacaan,” jelas Anindra Habibi Ayu Setiandar.

Anindra juga menyoroti pentingnya peningkatan budaya literasi di kalangan pelajar Indonesia. Menurutnya, kemampuan literasi siswa masih perlu terus ditingkatkan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Meskipun teknologi berkembang pesat, ia optimis bahwa budaya membaca dapat tetap tumbuh dengan memanfaatkan platform digital yang menarik dan mudah diakses oleh generasi muda. Dengan demikian, teknologi dapat menjadi sarana pendukung dalam meningkatkan minat baca, bukan justru menjadi penghambat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Book Talk Challenge yang diikuti oleh siswa kelas X dan XI. Dalam lomba ini, peserta diminta mempresentasikan buku favorit mereka selama tiga hingga lima menit di depan dewan juri. Mereka menjelaskan isi buku, tokoh atau bagian yang paling menarik, serta alasan mengapa buku tersebut layak dibaca oleh orang lain. Selain presentasi, peserta juga mengikuti sesi tanya jawab untuk menguji pemahaman mereka terhadap buku yang dipilih.

Pelaksanaan Book Talk Challenge/ Dokumentasi Humas (17/06/2026)

Sementara itu, pada Book Cover Challenge, peserta ditantang untuk membuat desain sampul buku sesuai genre yang telah ditentukan. Karya yang dibuat mencakup berbagai kategori seperti cerpen, novel, komik, antologi puisi, hingga nonfiksi. Kreativitas, kesesuaian desain dengan isi buku, serta kemampuan visual menjadi aspek utama yang dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari guru-guru Bahasa Indonesia. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan desain sekaligus mengapresiasi karya literasi.

Di sela-sela perlombaan, panitia juga mengadakan sesi interaktif berupa kuis dan pertanyaan seputar literasi yang disambut antusias oleh peserta. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar memperoleh berbagai hadiah menarik dari panitia. Suasana aula pun menjadi semakin hidup karena peserta aktif berpartisipasi dan menunjukkan semangat mereka dalam mengikuti kegiatan. Momen tersebut menjadi salah satu daya tarik yang membuat acara berlangsung lebih meriah.

Salah satu pemenang Book Talk Challenge mengaku tidak menyangka dapat meraih juara dalam perlombaan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap dunia membaca menjadi motivasi utama untuk mengikuti lomba. “Saya awalnya tertarik mengikuti lomba karena memang suka membaca sejak di rumah. Saat mengetahui ada lomba book talk, saya langsung ingin mencoba karena kegiatan seperti ini jarang diadakan. Biasanya lomba yang sering saya temui lebih banyak di bidang olahraga. Saya tidak menyangka bisa meraih juara, tetapi pengalaman ini membuat saya lebih percaya diri untuk berbicara di depan banyak orang dan menyampaikan isi buku yang saya sukai,” ujarnya.

Selain meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, kegiatan ini juga memberikan pengalaman baru bagi para peserta lomba Book Cover Challenge. Salah satu pemenang mengaku merasa senang dan terkejut karena berhasil meraih juara meskipun sebelumnya belum pernah membuat desain sampul buku. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan yang baik untuk mengembangkan keterampilan desain dan mengeksplorasi kreativitas yang dimiliki. Pengalaman tersebut juga memotivasinya untuk terus meningkatkan kemampuan di bidang desain grafis.

Kegiatan ditutup dengan sesi awarding dan pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba. Selain mendapatkan hadiah dan sertifikat, seluruh peserta juga memperoleh pengalaman berharga dalam meningkatkan kemampuan literasi, kreativitas, dan public speaking. Melalui Semarak Hari Perpustakaan dan Hari Buku 2026, SMAN 9 Surabaya berharap budaya membaca dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan peserta didik. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus menjelajahi ilmu pengetahuan melalui berbagai sumber bacaan dan menjadikan literasi sebagai gaya hidup di era digital.

***

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA